merawat indonesia
Visi dan Misi

VISI HMI

Sesungguhnya tujuan keberadaan HMI adalah perjuangan. HMI dalam perannya sebagai organisasi perjuangan (pasal 9 AD HMI) memiliki tugas utama untuk memperjuangkan kehidupan umat dan bangsa sesuai dengan cita-cita ideologinya yang diurai secara tegas dalam Nilai-nilai Dasar Perjuangan. Untuk menjalankan perannya tersebut, pada saat bersamaan pula HMI memfungsikan diri sebagai organisasi kader (pasal 8 AD HMI), dimana menjadi suatu keharusan bagi HMI untuk melakukan perkaderan dalam rangka mencetak kader-kader pejuang yang unggul. Dilihat dari fungsi dan perannya tersebut, pada dasarnya seluruh aktivitas HMI berpijak pada perkaderan sebagai pemimpin. Sesuai dengan tujuan organisasi yang termaktub dalam pasal 4 AD HMI, “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT” menyiratkan bahwa memang HMI berkehendak untuk mencetak kader yang berkualitas insan cita. Komitmen keumatan dan kebangsaan yang dibangun oleh HMI, secara praksis diimplementasikan oleh kader-kader HMI yang menyatu dengan umat dan bangsa sebagai satu kesatuan yang utuh, kader unggulan ini lahir dari rahim perkaderan HMI.

HMI sebagai bagian integral dari masyarakat Indonesia menyadari bahwa tantangan di zaman ini makin kompleks, sehingga perlu ada revitalisasi dalam seluruh aspek aktivitasnya. Peradaban dunia yang tanpa batas perlu penyikapan yang hati-hati agar tidak terjebak dalam pusaran arus yang pada akhirnya hanya mampu menjadi penonton yang pasif. Globalisasi sesungguhnya adalah neokolinial, maka ketika kita hanya mampu menjadi penonton, secara sadar atau tidak pada hakikatnya kita adalah sapi perahan kaum kapitalis yang berkedok dewa penolong. Berangkat dari pemikiran di atas maka secara fundamental HMI harus menyesuaikan diri dengan tantangan jaman. Meningkatan kualitas Sumberdaya Manusia unggul melalui perkaderan yang berkualitas menjadi keharusan.

HMI harus segera menata ulang sistem perkaderannya yang dirasa sudah ketinggalan jaman, tanpa mendegradasi tujuan perkaderan, yaitu tercetaknya kader Muslim-Intelektual-Profesional guna menjalankan fungsinya sebagai khalifah fil ardh dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Karakteristik kader HMI yang dilandasi oleh iman, ilmu, dan amal harus mampu muncul sebagai lokomotif perubahan sosial yang diridhoi Allah SWT.

 

MISI HMI

  1. Kualitas Insan Akademis
  2. Kualitas Insan Pencipta : Insan Akademis, Pencipta
  3. Kualitas Insan Pengabdi : Insan Akdemis, Pencipta, Pengabdi
  4. Kualitas Insan yang bernafaskan Islam : Insan Akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam
  5. Kualitas Insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT

 

Insan Cita HMI merupakan “Man Of Future” insan pelopor yaitu insan yang berfikiran luas dan berpandangan jauh, bersikap terbuka, terampil atau ahli dalam bidangnya, dia sadar apa yang menjadi cita-citanya dan tahu bagaimana mencari ilmu perjuangan yang secara kooperatif bekerja sesuai dengan yang dicita-citakan. Tipe ideal dari hasil perkaderan HMI adalah “man of inovator” (duta-duta pembantu). Penyuara “idea of progress” insan yang berkeperibadian imbang dan padu, kritis, dinamis, adil dan jujur tidak takabur dan bertaqwa kepada Allah Allah SWT. Mereka itu manusia-manusia beriman, berilmu dan mampu beramal saleh dalam kualitas yang maksimal (insan kamil).

Dari lima kualitas insan cita tersebut pada dasarnya harus memahami dalam tiga kualitas insan Cita yaitu kualitas insan akademis, kualitas insan pencipta dan kualitas pengabdi. Ketiga kualitas insan cita tersebut merupakan insan islam yang terefleksi dalam sikap senantiasa bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

 

VISI DAN MISI HMI CABANG MALANG PERIODE 1435-1436 H

VISI

HMI Cabang Malang Sebagai Pelopor Perbaikan Jaman Untuk Menjawab Pembodohan : Kondisi Jaman

MISI

  1. Internal

Membuat blue print penguatan dan implementasi Idiologi ke-HMI-an dan action plan ke masyarakatan yang terstruktur. Menghidupkan Lembaga Profesi sebagai wadah melakukan pengabdian ke masyarakat yang kemudian terintregrasi secara maksimal dan totalitas. Menguatkan basis kajian keilmuan yang aktual secara massif dalam bentuk diskusi/dialog yang tettunya tidak terbatas pada ruang gerak dan ruang lingkup formalistic semata. Menguatkan tatanan untuk tertib administrasi dan organisasi secara menyeluruh bukan sebagai media formalistik semata dalam melakukan pola komunikasi struktural saja, akan tetapi sebagai data base dan rekam jejak setiap periodesasi kepengurusan yang berfungsi sebagi media monitoring seberapa besar perubahan yang sudah mampu kita hasilkan. Meningkatkan pola komunikasi dan konsolidasi di setiap momentum, pola komunikasi secara massif adalah sebuah cita-cita yang akan senantiasa terus kita kejar dalam rangka menjawab sebuah kebuntuan aktifitas dan kejumudan pola gerak yang selama ini menjadi tantangan fundamentalis pada hampir setiap periodesasi kepengurusan. Melakukan filterisasi pengaruh budaya politik praktis yang terserap pada pribadi masing-masing anggota, dengan melakukan studi analisis komparasi keilmuan yang cukup massif dan tentunya meningkatkan imunitas independensi HMI secara massif.

  1. Eksternal

Membentuk pola yang mengarah pada pendampingan masyarakat kecil untuk membentuk kemandirian desa guna mengurangi dampak ketergantungan masyarakat terhadap program pemerintah. Mejalin hubungan dengan instansi-instansi yang ada di Malang khususnya dan pada tingkat regional dan nasional pada Umumnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat. Menghidupkan lagi peran kepemudaan yang sempat meredup, sebagai bentuk penjabaran nilai insan pengabdi yang ada di HMI dengan menjalin hubungan komunikasi dengan ORMAS yang ada dimalang. Mengusahakan hubungan kerjasama secara kelembagaaan antara lain lembaga-lembaga Pengembangan Profesi dan lembaga-lembaga penelitian masyarakat sebagai bentuk aktualisasi keilmuan yang dimiliki setiap anggota HMI

Dengan ini HMI Cabang Malang memberikan jargon dalam periodesasi ini adalah MERAWAT INDONESIA yang mana dalam mengimplementasikan semua ini membutuhkan kerja keras konsolidasi aktif dan masing-masing individu maupun institusi agar tercapainya kualitas insan cita.