Komisariat

logo.hmi.frontpageDefinisi dan Fungsi Komisariat  dalam struktur Organisasi 

Komisariat merupakan lembaga di HMI yang menjadi pusat atau central pengkaderan di HMI. Dalam komisariat kegiatan pengkaderan berlangsung. Semua aspek yang berkaitan dengan kader baik dari perekrutan, pengawasan dan pendampingan memberikan wadah intelektual untuk kader. Komisariat memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengkaderan di HMI. Apa yang terjadi pada kadernya komisariat harus mengawal dan memberikan fasilitas untuk meningkatkan intelektual dan kemampuan diri kadernya.

Dalam pembentukannya komisariat memang banyak persyaratan sesuai tertera di dalam konstitusi HMI, misalnya harus memiliki kader lebih dari 50 orang dan telah melakukan LK 1. Tahapan menjadi komisariat juga ada persyaratannya. Mulai dari karateker, komisariat persiapan sampai komisariat penuh. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar komisariat siap untuk mengurus pengkaderan di HMI.

Kepengurusan komisariat kurang lebih 1 tahun. Pergantian pengurus di lakukan melalui rapat anggota komisariat atau biasa disebut RAK. RAK dilakukan satu tahun sekali untuk menentukan formatur dan midformatur serta membahas garis besar program komisariat dalam satu kepengurusan kedepan. RAK di hadiri minimal setengah dari kader komisariat. Di situ akan ada laporan pertanggungjwaban pengurus periode sebelumnya. Laporan pertanggungjawaban pengurus penting untuk mengetahui segala kekurangan yang dihadapi dalam satu pengurusan yang nantinya akan menghasilkan proyeksi untuk kepengurusan kedepannya.

Adapun pengurus yang ada di komisariat meliputi ketua umun, administrasi dan kesekertariatan, keuangan dan perlengkapan, Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pembinaan (P3A), Kewirausahaan dan Pengembangan profesi (KPP), Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) dan Pemberdayaan Perempuan (PP).

Adapun kegiatan yang rutin adalah kajian yang bertemakan keislaman, keindonesiaan, keperempuanan, dan keHMIan, kegiatan yang mewadahi bakat minat kader, baksos atau pengabdian masyarakat, kewirausahaan dan masih banyak lagi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader.

logo.hmi.frontpageDefinisi dan Fungsi Komisariat  dalam struktur Organisasi 

Komisariat merupakan lembaga di HMI yang menjadi pusat atau central pengkaderan di HMI. Dalam komisariat kegiatan pengkaderan berlangsung. Semua aspek yang berkaitan dengan kader baik dari perekrutan, pengawasan dan pendampingan memberikan wadah intelektual untuk kader. Komisariat memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengkaderan di HMI. Apa yang terjadi pada kadernya komisariat harus mengawal dan memberikan fasilitas untuk meningkatkan intelektual dan kemampuan diri kadernya.

Dalam pembentukannya komisariat memang banyak persyaratan sesuai tertera di dalam konstitusi HMI, misalnya harus memiliki kader lebih dari 50 orang dan telah melakukan LK 1. Tahapan menjadi komisariat juga ada persyaratannya. Mulai dari karateker, komisariat persiapan sampai komisariat penuh. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar komisariat siap untuk mengurus pengkaderan di HMI.

Kepengurusan komisariat kurang lebih 1 tahun. Pergantian pengurus di lakukan melalui rapat anggota komisariat atau biasa disebut RAK. RAK dilakukan satu tahun sekali untuk menentukan formatur dan midformatur serta membahas garis besar program komisariat dalam satu kepengurusan kedepan. RAK di hadiri minimal setengah dari kader komisariat. Di situ akan ada laporan pertanggungjwaban pengurus periode sebelumnya. Laporan pertanggungjawaban pengurus penting untuk mengetahui segala kekurangan yang dihadapi dalam satu pengurusan yang nantinya akan menghasilkan proyeksi untuk kepengurusan kedepannya.

Adapun pengurus yang ada di komisariat meliputi ketua umun, administrasi dan kesekertariatan, keuangan dan perlengkapan, Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pembinaan (P3A), Kewirausahaan dan Pengembangan profesi (KPP), Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) dan Pemberdayaan Perempuan (PP).

Adapun kegiatan yang rutin adalah kajian yang bertemakan keislaman, keindonesiaan, keperempuanan, dan keHMIan, kegiatan yang mewadahi bakat minat kader, baksos atau pengabdian masyarakat, kewirausahaan dan masih banyak lagi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader.